Inilah 21 Tempat Wisata di Cianjur yang Wajib Dikunjungi



#INFOCJR – Liburan ke Cianjur? Mengapa tidak? Mengutip dari beberapa sumber yang ada, selain Bandung, Cianjur merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang menjadi favorit para wisatawan saat musim liburan tiba. Bukan hanya karena udaranya yang bersih dan sejuk, Cianjur juga memiliki destinasi wisata menarik yang wajib dikunjungi. Penasaran? Yuk, kita intip daftarnya.

1. Taman Alun-alun Cianjur

Terletak di pusat kota Kabupaten Cianjur, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Jum’at (8/2/2019). Alun-alun Kabupaten Cianjur selalu mengalami penyempurnaan-penyempurnaan sesuai dengan perkebangan zaman. Penyempurnaan dan perubahan bentuk ini secara otomatis memperluas dan menambah fungsi di dalamnya. Tercatat Alun-alun Cianjur mengalami 7 tahap perubahan sejak tahun 1800 hingga 2019 ini. Kini luas Taman Alun-alun Cianjur mencapai 4 hektar lebih dan akan terus dikembangkan sebagai alun-alun sebuah kabupaten/kota terbesar di Jawa Barat bahkan nasional.

Kini sebagian dari lahan Taman Alun-alun Cianjur merupakan eks lahan Pasar Induk Cianjur (PIC). Pada masa Bupati Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar dan dilanjutkan oleh Bupati Cianjur (PLT) berikutnya H. Herman Suherman di lokasi bekas PIC itu dibangunruang publik utama Alun-Alun Cianjur antara lain bangunan koloseum, wahana pertunjukan terbuka, menara pandang dan tempat kuliner khas cianjur.

Foto : Instagram @740aerialvideography

Alun-alun Cianjur saat ini memiliki beberapa zona diantaranya adalah taman tematik yang menggambarkan Tiga Pilar Budaya Cianjur yakni ngaos, mamaos dan maenpo. Ngaos adalah tradisi mengaji yang mewarnai suasana dan nuansa cianjur dengan masyarakat yang dilekati dengan keberagamaan. citra sebagai daerah agamis ini bagi Kabupaten Cianjur sudah terintis sejak cianjur lahir sekitar tahun 1677. Itulah sebabnya Cianjur mendapat julukan gudang santri dan kyai sehingga mendapat julukan kota santri. Untuk itu di Taman Alun-Alun Cianjur berdiri tugu Al-Qur’an dengan kolam menyerupai perahu dengan dilengkapi air mancur dan lampu-lampu nan indah. Sepanjang taman terdapat 99 tiang-tiang asmaul-husna lengkap dengan rumput sintetisnya yang terhampar cukup luas.

Mamaos adalah seni budaya yang menggambarkan kehalusan budi dan rasa menjadi perekat persaudaraan dan kekeluargaan dalam tata pergaulan hidup. Seni mamaos tembang sunda tembang cianjuran lahir dari hasil cipta, rasa dan karsa Bupati Cianjur R. Aria Adipati Kusumahningrat yang dikenal dengan sebutan Dalem Pancaniti (1834-1862). Untuk itulah pada Taman Alun-alun Cianjur ini ada beberapa bangunan yang melambangkan unsur ini.

Saat Presiden Jokowi didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta Bupati Cianjur (PLT) Herman Suherman meninjau pembukaan Taman Alun-Alun Cianjur, Jumat (8/2/2019)

Sedangkan maenpo adalah seni bela diri pencak silat yang menggambarkan keterampilan dan ketangguhan. Pencipta dan penyebar maenpo ini adalah R. Djadjaperbata atau dikenal dengan nama R. H. Ibrahim, aliran ini mempunyai ciri permainan rasa yaitu sensitivitas atau kepekaan yang mampu membaca segala gerak lawan ketika anggota badan saling bersentuhan. dalam maenpo dikenal ilmu liliwatan (penghindaran) dan peupeuhan (pukulan). Semua itu terdapat dalam beberapa ornamen lanskap taman ini.

@infocianjur

Ketiga pilar budaya itu menyatu dengan tema Taman Alun-alun Cianjur lainnya seperti Taman Tatanen (bercocok tanam), Taman Tanghinas (pekerja keras dan disiplin), Taman Someah (ramah) dan Taman Sauyunan (gotong royong). Sehingga bila terlihat dari udara konsep pembangunan Taman Alun-Alun Cianjur akan menampilkan berbagai perlambang dan kebanggan daerah. Seperti penampakan garis-garis menyerupai ayam pelung, kujang bahkan peta Cianjur.

2. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Di kawasan Cibodas, Cianjur, Anda akan menemukan wisata Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang juga masih berlokasi di lereng gunung tersebut. Keindahannya terletak pada keanekaragaman ekosistem yang ada pada tempat wisata di Cianjur tersebut, meliputi tanaman jenis montana, sub-montana, sub-alpin, danau, rawa, dan sabana.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango / Foto : anekatempatwisata.com

Di tempat wisata di Cianjur ini terdapat pohon raksasa “Rasamala”, pohon jamuji, puspa, bunga edelweis, violet, cantigi, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa mengajak si kecil untuk lebih mengenal beragam satwa liar seperti kepik raksasa, kumbang, macan tutul, kijang, pelanduk, sigung, dan lebih dari 100 jenis mamalia lainnya.

Taman Nasional ini diapit oleh dua gunung berapi yakni Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Di sekelilingnya terdapat hutan hujan tropis sebagai tempat konservasi flora dan fauna. Jika ditempuh dari ibu kota, perjalanan akan memakan waktu selama kurang lebih 2.5 jam.

3. Mendaki Gunung Gede-Pangrango

Bagi pencinta olahraga luar ruangan, berkunjung ke Cianjur akan lebih berkesan dengan mendaki Gunung Gede-Pangrango. Dengan ketinggian 3000 meter di atas permukaan laut, menelusuri jalur pendakian akan terasa cukup menantang, apalagi sepanjang perjalanan Anda akan dikelilingi oleh pohon-pohon rindang, serta udara dingin yang menyejukkan.

Mendaki ke Gunung Gede / Foto : anekatempatwisata.com

Jika mendaki melalui jalur Cibodas, Anda akan menemukan air terjun Cibeureum, dan sumber mata air panas yang sering menjadi lokasi beristirahat para pendaki. Saat melewati persimpangan antara jalur Gunung Gede dan Gunung Pangrango, para pendaki akan menemukan sebuah kandang badak – ada juga tanjakan dengan kemiringan yang cukup curam. Saat melalui jalur ini, pengelola setempat telah menyiapkan pancang tali untuk pegangan.

Mendekati puncak, pemandangan yang terhampar di depan mata jauh lebih memesona. Jika cuaca sedang tidak bersahabat, ada baiknya untuk tidak melanjutkan pendakian. Sebaliknya, Anda bisa berkemah di Alun-Alun Suryakancana yang memiliki lapangan luas, dengan rerumputan dan bunga-bunga edelweis yang tumbuh subur.

4. Kebun Raya Cibodas

Masih berlokasi di kawasan wisata Gunung Gede-Pangrango, Kebun Raya Cibodas menawarkan keindahan alam lain untuk dinikmati saat liburan bersama keluarga. Tepatnya berada di ketinggian sekitar 1.275 mdpl, suhu udara di tempat wisata di Cianjur ini cenderung sejuk, yakni sekitar 17 sampai 27 derajat Celsius.

Kebun Raya Cibodas

Pada awalnya, kawasan dengan luas 80 hektare ini ditujukan sebagai pekebunan kina oleh seorang ahli botani dari Belanda. Sayangnya, struktur tanah dan cuaca yang basah tidak cocok untuk menumbuhkan pohon tersebut. Akhirnya, Kebun Raya Cibodas dirancang untuk ditanami vegetasi khas dataran tinggi basah.

Beragam aktivitas menarik bisa dilakukan jika Anda berkunjung ke Kebun Raya Cibodas. Ajak si kecil untuk mengenal aneka ragam flora, dengan jumlah lebih dari 1.206 jenis tanaman yang tumbuh di sini. Selain itu, tempat wisata di Cianjur ini juga memiliki rumah kaca yang menyimpan koleksi lebih dari 4.000 tanaman, mulai dari kaktus, anggrek, dan tanaman langka lainnya.

Untuk menjangkau kawasan wisata, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 90 menit dari Jakarta melalui jalur Bogor-Puncak-Cianjur. Bagi yang menumpang kendaraan umum, wisatawan bisa menaiki angkot dengan trayek Cipanas-Rarahan-Cibodas.

5. Situs Gunung Padang

Ditilik dari sejarahnya, Situs Gunung Padang merupakan salah satu lokasi peninggalan zaman prasejarah tertua di dunia. Tepatnya berlokasi di Dusun Gunungpadang, Desa Karyamukti, Kabupaten Cianjur, kawasan ini merupakan situs peninggalan zaman Megalithikum terbesar di Jawa Barat.

Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur

Berwisata ke Situs Gunung Padang bisa membuat Anda lebih tahu tentang sejarah manusia zaman dulu, dari sisa-sisa bangunan yang tampak di sekitarnya. Bahkan, menurut penelitian para ahli, bangunan yang terdapat di bawah situs Gunung Padang memiliki usia yang lebih tua dari piramida Giza di Mesir.

Rute menuju tempat wisata di Cianjur ini tidaklah sulit. Jika ditempuh dari kota Jakarta, Anda bisa mengambil jalur menuju Puncak, Bogor atau jalur alternatif Jonggol menuju kawasan Kota Cianjur. Dari pusat kota, situs Gunung Padang berjarak sekitar 45 km. salah satu daya tarik utama tempat wisata ini adalah sumur Cikahuripan. Konon, air sumur yang segar tersebut dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit lahir dan batin.

6. Kota Bunga

Siapa sangka sebuah kota kecil di Jawa Barat memiliki tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi? Objek wisata kota bunga atau yang sering dijuluki Little Venice ini memiliki desain konsep yang unik, yakni menyerupai Kota Venesia di Italia. Suasana perkebunan bunga yang sangat luas dipadukan dengan kesejukan alam ala Cianjur bisa membuat betah setiap wisatawan yang datang.

Kota Bunga Cianjur

Salah satu daya tarik utama yang digandrungi para turis di tempat wisata di Cianjur ini adalah gondola. Layaknya di Venesia, Anda akan dibawa menyusuri sungai dan melihat arsitektur bangunan yang dibuat semirip mungkin dengan kota aslinya. Tapi, jangan berharap ada nyanyian ala opera di sana, ya. Kebun bunga yang luas juga kerap menjadi incaran para turis yang datang. Jika lelah, Anda tidak perlu kuatir karena ada deretan kafe dan restoran yang menjual aneka jajanan pengganjal perut.

Selain menaiki gondola, wisatawan yang datang juga bisa mengunjungi miniatur ikon dan landmark kota-kota lain di dunia seperti misalnya Kuil Itsukushima di Jepang, patung Merlion di Singapura, Dunia Fantasi di Jakarta, dan sebagainya. Anda juga bisa menjajal permainan yang disediakan pihak pengelola seperti banana boat, sepeda air, bubble ball, perahu karet, dan kapal mississipi.

7. Pantai Jayanti Cidaun

Setelah menjelajahi wilayah pegunungan, kini saatnya untuk mampir ke kawasan pantai yang ada di Cianjur. Pantai Jayanti memang tidak se-populer pantai lain di Jawa Barat seperti misalnya Pantai Pangandaran, namun panorama alam di sini tidak kalah cantiknya. Berada di kawasan Cianjur Selatan, tepatnya di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, pengunjung bisa menikmati semilir angin diiringi dengan suara debur ombak.

Pantai Jayanti Cidaun

Karena belum banyak wisatawan yang mengetahui lokasi pantai ini, suasana di sekitar tempat wisata di Cianjur ini cenderung masih sepi dan tenang. Meski demikian, wisatawan tidak disarankan untuk berenang atau bermain air di sini, karena ombak yang cukup besar. Karang-karangnya juga menjadi daya tarik utama, tempat para turis biasa berfoto sambil menikmati panorama matahari terbenam di sore hari.

Pantai Jayanti juga merupakan tempat berlabuhnya kapal-kapal nelayan tradisional dari desa sekitar. Dari sana, Anda bisa berkunjung ke objek wisata pantai lainnya yaitu Pantai Batu Kukumbung.

9. Pantai Lugina Agrabinta

Satu lagi destinasi tersembunyi di pesisir Cianjur yang menanti untuk kamu jelajahi, yaitu pantai Lugina. Berada di Desa Tanjungsari Kecamatan Agrabinta Cianjur, Pantai ini terdengar asing dan belum begitu populer di kalangan wisatawan karena memang belum dimaksimalkan oleh pemerintah terkait.

Pantai Lugina Agrabinta Cianjur Selatan / Foto :
@fitrifiday

Walaupun letaknya tersembunyi dan belum begitu dikenal, bukan berarti pantai ini tidak memiliki potensi wisata yang menarik dikunjungi. Salah satunya pemandangan sunset yang sangat menawan. Apalagi kamu berada di atas bukit, salah sudut yang dapat menghasilkan foto instagramable.

Saat sabtu dan minggu sore, pantai ini lumayan ramai dikunjungi. Mereka berdatangan untuk menikmati panorama cantik pinggir pantai dengan cahaya memerah saat matahari hendak tenggelam.

10. Pantai Sereg dan Apra Sindangbarang

Pantai Sereg dan Apra terletak di Kecamatan Sindangbarang Cianjur Selatan. Pantai ini termasuk pantai yang banyak dikunjungi wisatawan. Bentangan pantai Cianjur selatan sepanjang 70 KM lebih ini salah satunya adalah Apra dan Sereg.

Pantai Sereg / Foto : masandiwibowo.com

Di kedua pantai ini kamu akan menikmati panorama alam laut nan indah. Orang bilang pantai ini masih perawan karena belum begitu banyak sentuhan dan masih alami. Sesekali kamu akan bertemu dengan nelayan yang memancing atau menjaring ikan di sini. Kalau lagi beruntung kita dapat ikut mengerek pancingan atau jaring bersama mereka. Pasti asyik karena kita akan diberi hasil pasil pancingan atau menjaring secara gratis, dan bisa langsung dibakar.

Sebelum ke tempat ini, kamu baiknya singgah terlebih dahulu di Taman Alun-alun Sindangbarang yang juga sangat eksotik. Buah karya Bupati Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar ini biasanya selalu ramai disinggahi terlebih dahulu sebelum wisatawan menuju Pantai Apra dan Sereg. Kamu juga bisa sejenak beribadah di Masjid Al-Jihad yang berada di kompleks Taman Alun-alun Sindangbarang ini.

12. Waduk Cirata dan Jangari

Merupakan Objek wisata yang berada di tiga wilayah antara lain Kabupaten Purwakarta, Bandung Barat dan Cianjur. Waduk ini merupakan sebuah objek wisata Bendungan. Dimana Bendungan ini menahan auliran Sungai Citarum. Waduk Cirata ini ternyata juga berada bersebelahan dengan hulu Waduk Jatiluhur.

Jangari Cirata Cianjur

Luas Waduk Cirata sekitar 43 ribu hektar. Dibangun pada tahun 1984. Tujuan awal dibangunnya waduk cirata ini adalah sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata dengan kapasitas total sekitar 1.000 Mega Watt. Kini keberadaan danau Cirata banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun asing. Luasnya hingga Kabupaten Cianjur ini menghadirkan beberapa tempat wisata antara lain Jangari di Kecamatan Cikalongkulon dan Calincing di Kecamatan Mande.

Di tempat ini kita akan melihat ribuan jaring terapung atau Japung yang nyaris menutupi sebagian waduk. Kita juga bisa menggunakan perahu untuk bisa menikmati indahnya hamparan danau dengan air cukup bersih  sambil menikmati ikan bakar di saung-saung pinggir ‘pantai’ Calincing atau Jangari ini.

13. Curug Citambur

Curug atau air terjun alami ini terletak di Kecamatan Pasirkuda Cianjur Selatan. Menurut cerita curug ini dinisbatkan pada legenda yang hidup di masyarakat sekitar tentang kehadiran seorang raja bernama Prabu Tanjung Anginan.

Curug Citambur

Prabu Tanjung Anginan adalah raja Kerajaan Tanjung Anginan yang letaknya di sekitar daerah Pasirkuda, yang kini termasuk wilayah Desa Simpang dan Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran. Konon sang raja sering melakukan ritual termasuk membersihkan diri di curug setinggi 100 meter itu.

Setiap raja akan membersihkan dirinya ke curug ia selalu diiringi oleh para pengawalnya sambil membunyikan tambur yang suaranya terdengar hingga ke desa-desa di sekitarnya. Sejak saat itu air terjun menawan itu dikenal sebagai Curug Citambur.

14. Curug Ciastana

Curug Ciastana terletak di Desa Bojongkasih, Kec. Kadupandak, Kab. Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Untuk bisa sampai ke Curug Ciastana ini hanya bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua. Hal itu karena letaknya yang sangat terpencil, jalannya sangat sempit dan berbatu. Dengan menggunakan kendaraan roda dua pun kita harus tetap super hati-hati. Sebab jalanan ke sana yang sangat sempit, sedikit menanjak dan berbatu.

Curug Ciastana

Namun semua itu akan segera sirna saat kita sudah sampai dan merasakan orama air terjun yang begitu cantik ini. Curug Ciastana selain banyak dikunjungi oleh mereka yang memiliki nyali dalam berpetualang juga oleh mereka para pemburu curug dari berbagai kota. Tempatnya yang menantang dan airnya yang super jernih akan membuat siapa yang datang ke curug ini selalu malas untuk pulang. Tapi hati-hati kalau kesorean dan hujan datang, kamu akan susah mencari tempat untuk sekedar berteduh karena lumayan jauh dari perkampungan warga.

 

15. Curug Ngebul

Curug Ngebul Pagelaran Cianjur

Curug ini terletak di Desa Bunijaya Kecamatan Pagelaran, Cianjur selatan. Perjalanan menuju Desa Bunijaya sungguh sangat indah dengan hamparan sawah terasering, sungai deras yang jernih, serta keramahan penduduk. Semua hal itu menyebabkan perjalanan menjadi tidak terasa berat.

16. Curug Cikondang

Terletak di Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, curug atau air terjun Cikondang adalah tempat wisata di Cianjur yang wajib dikunjungi selanjutnya. Jika dilihat, air terjun ini memiliki kontur batuan berundak-undak, sehingga menciptakan visual yang menakjubkan, berbeda dari air terjun kebanyakan. Bahkan, ada juga yang mengatakan bahwa Curug Cikondang adalah minatur dari air terjun Niagara yang ada di Amerika Serikat.

Curug Cikondang / Foto : anekatempatwisata.com

Bagi petualang yang datang dari luar kota, lokasi air terjun ini sangat cocok untuk menenangkan diri dari hiruk-pikuk dan kesibukan sehari-hari. Begitu sampai di lokasi, Anda akan disambut oleh gemuruh air yang cukup deras, dengan ketinggian kira-kira 50 meter, serta lebar air terjun yang mencapai 30 meter. Di musim hujan, debet air yang mengalir akan lebih banyak dan udara di sekitar pun menjadi lebih sejuk.

Untuk menuju ke lokasi air terjun, wisatawan bisa datang melalui jalur Jl. Raya Cianjur-Sukabumi, atau melalui rute Warung Kondang-Lampegan. Dari pusat kota Cianjur, air terjun ini berjarak sekitar 37 km jauhnya.

17. Curug Luhur

Curug ini terletak di Desa Batulawang Kecamatan Cibinong Cianjur Selatan.  Untuk sampai ke tempat ini dari pusat kota Cianjur sekitar 3 jam perjalanan dengan kendaraan roda dua atau roda empat menuju arah ke Kecamatan Cibinong atau Sindangbarang.

Curug Luhur

Air terjun nan eksotik ini merupakan salah satu yang banyak dikunjungi para traveler terutama mereka yang menyukai tantangan dan wisata ke alam bebas. Sepanjang jalan menuju curug kita akan disuguhi aneka suara burung, jangan diganggu ya biarkan mereka tetap bernyanyi menyambut mereka yang datang.

18. Curug Cibeureum

Terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) Cibodas, tepatnya di Desa Sindanglaya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Curug Cibeureum terdiri dari air terjun utama Curug Cibeureum, dan dua air terjun lain yang lebih kecil, Curug Cidendeng dan Curug Cikundul. Curug Cibeureum adalah air terjun terbesar dan paling pendek di kawasan ini, letaknya yang lebih terbuka dan dekat shelter sehingga lebih banyak dikerumunin.  Nama Cibeureum berasal dari bahasa sunda yang berarti sungai merah, nama ini diambil dari nuansa merah dinding tebing yang terbentuk dari lumut merah yang tumbuh secara endemik disana.

Curug Cibeureum,

Disebelah kanan Curug Cibeureum adalah Curug Cidendeng, ukurannya lebih tinggi dan langsing.  Airnya melintasi tebing batu-batu trap dan jatuh menimpa lereng tebing yang berlumut.  Sedangkan yang paling kanan adalah Curug Cikundul, letaknya yang sangat tinggi dan agak tersembunyi di ceruk dua tebing.

Ketiga curug ini memiliki ketinggian antara 40-50 meter dan berada di ketinggian 1675 m dari permukaan laut (dpl).  Curah hujan rata-rata di kawasan ini berkisar 3.000-4.200 mm per tahun.  Bulan basah pada perode Oktober sampai Mei, pada saat musim barat laut dan rata-rata hujannya lebih dari 200 mm per bulan.  Bulan Desember sampai Maret curah hujannya dapat mencapai lebih dari 400 mm per bulan.

Menurut klasifikasi iklim Scamidt dan Ferguson, tipe iklim dikawasan ini termasuk tipe iklim A.  Rata-rata temperaturnya bervariasi antara 18°C di Cibodas dan kurang dari 10°C di puncak Pangrango.

19. Curug Ciismun

Tempat wisata air terjun banyak tersebar di kabupaten Cianjur, salah satunya adalah curug Ciismun. Berlokasi di kaki Gunung Pangrango, air terjun yang satu ini memiliki pemandangan alam yang indah, serta udara yang sejuk. Banyak wisatawan yang datang ke tempat wisata di Cianjur ini untuk sekadar bermain air atau berfoto di lokasi.

Curug Ciismun

Curug Ciismun berada pada ketinggian 1275 mdpl dengan atmosfer dingin khas pegunungan. Aliran airnya memiliki ketinggian sekitar 25 meter, yang akhirnya bermuara di sebuah kolam jernih di bawahnya dengan diameter sekitar 5 meter.

Untuk menuju kawasan objek wisata, pengunjung bisa berkendara sekitar 23 km dari pusat kota Cianjur menuju kawasan Kebun Raya Cibodas sampai di pertigaan Paregrejen. Dari sana, Anda harus melanjutkan perjalanan sekitar 15 menit untuk mencapai pintu gerbang.

20. Telaga Biru

Jika Anda berkesempatan melewati Jalan Raya Cibodas, Cipanas, Kabupaten Cianjur, sempatkanlah untuk mampir ke Telaga Biru. Tempat wisata di Cianjur ini masih termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, tepatnya sekitar 1.5 km dari pintu gerbang wisata konservasi tersebut.

Telaga Biru

Telaga biru adalah salah satu objek wisata andalan di Cianjur yang cocok untuk melepas penat. Bagi wisatawan yang mencari ketenangan, berlibur di kawasan wisata ini merupakan pilihan yang paling pas. Dinamakan telaga biru karena air yang ada di tempat wisata di Cianjur ini memiliki warna biru yang sangat kontras dengan pepohonan hijau di sekitarnya. Namun, ada kalanya warna air berubah cokelat atau hijau, menyesuaikan dengan siklus vegetasi yang hidup di dalamnya.

Telaga dengan luas sekitar 500 meter persegi tersebut bisa dinikmati setelah menempuh perjalanan melalui jalan setapak dengan lebar 2-3 meter. Anda juga akan menemui batuan yang disusun rapi di sepanjang jalan, lengkap dengan gazebo berukuran 12 meter persegi untuk beristirahat.

21. Danau Leuwi Soro

Jauh masuk ke dalam kota Cianjur, terdapat sebuah objek wisata alam yang masih tersembunyi. Danau Leuwi Soro namanya. Danau ini terletak di Kecamatan Pagelara, Cianjur Selatan, atau sekitar 66 km dari pusat kota Cianjur. Meski lokasinya terpencil, wisatawan lokal sering mengunjungi tempat wisata di Cianjur ini saat akhir pekan untuk menghabiskan waktu.

Danau Leuwi Soro

Danau Leuwi Soro memiliki air berwarna hijau dengan bentuk persegi hampir sempurna. Meskipun kecil dan dangkal, air di sini tidak pernah surut saat musim kemarau tiba. Di sekeliling danau, terdapat pepohonan yang hijau dan cukup lebat, sehingga membuat atmosfer di tempat wisata di Cianjur ini begitu sejuk dan terkesan rindang. Seringkali, wisatawan yang datang akan menghabiskan waktunya dengan duduk-duduk di pinggir danau sambil mengobrol, atau berfoto dengan latar pemandangan yang indah.

Soal fasilitas, Danau Leuwi Soro memiliki fasilitas berupa tempat parkir, musala, kamar mandi, serta penginapan. (Deon, dari berbagai sumber)

Loading...
Share

dari Cianjur untuk Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *